-aRumsaRi-
Tulisan ini ini bermula dari adanya kabar “isu” bahagia (ya mudah-mudahan “isu” ini menjadi kabar yang menggembirakan bagi keluarga kecilku..aamiin ya Allah..semoga rejeki dariMU ini bisa benar-benar datang kepada keluarga “kami”..aamiin) yang disampaikan (bahasa indonesiaku dulu A lhoooo…^_^) suamiku kepada diriku tadi malam…berkeinginanlah diriku menuliskan “sebuah perjalanan panjang kami”…^_^
Kisah ini bermula (kuawali dengan pencritaan tulisan sebagai sebuah kisah yang patut disimak hehehehehehe) saat aku dan “my bojo” (selanjutnya disebut kami *_*) “bersepakat” untuk menikah (yups…karena menikah adalah sebuah “perjanjian” baik di atas kertas, di dalam hati, maupun di dalam pikiran kami yang akan menjadi sah ketika hal tersebut memenuhi unsur : sepakat, cakap, suatu hal tertentu, dan causa yang halal kwkwkwkwkwkwk) yang akhirnya membuat “my bojo” datang ke rumah di bulan Juni untuk membicarakannya dengan orang tuaku yang akhirnya dalam pembicaraan itu ada sedikit “rencana kecil” melaksanakan lamaran di bulan Desember…pasti anda akan bertanya mengapa lama sekali???oh iya kami sadar saat itu kami berjauhan atau bahasa anak sekarang disebut sebagai “LDR” so tidak mudah bagi kami jika harus menyiapkan segala sesuatu tentang lamaran dan persiapan pernikahan (yang sudah sedikit direncanakan juga pada bulan April di tahun depannya) yang padahal saat itu Alhamdulillah kami memang bergerak “sendiri” menyiapkan semuanya (dengan bantuan yang tidak dapat kami handle dari orang tua kami juga tentunya meskipun tidak full) dan juga karena kami memperhitungkan “keluarga besar” kami yang banyak berada diluar kota sehingga kami mencari tanggal yang tidak hanya libur di hari sabtu-minggu saja tapi juga ada libur bergandengan juga yang kebetulan saat itu liburnya jumat-minggu (Alhamdulillah)….
Kesepakatan kedua saat itu adalah tekad kami untuk “sedikit” saja
merepotkan orang tua kami dalam hal “biaya” pernikahan sehingga yang kami punya ya itu yang kami pake…Alhamdulillah akhirnya “terkuraslah” tabungan kami berdua hahahahahaha…tapi nikmat Alhamdulillah….dan sedikit “konsep” rumah tangga yang kami bangun dari awal yaitu “mari berjuang bersama dari bawah tanpa merepotkan siapa-siapa dengan hanya “sedikit” saja bantuan dari siapapun yang sukarela membantu (ya tetap kami terimalah hihihihi rejeki ituuuu…)” yups…kami berjuang berdua dari usaha kami dan doa kami kepada Allah tentunya karena “perjuangan” itulah yang bisa kami ceritakan kepada anak-anak kami nanti..Insya Allah…^_^
Perjuangan berlanjut dengan mencari keperluan untuk lamaran dan menikah…yang akhirnya bikin kami terutama aku harus bolak-balik Bandung-Purwokerto buat memastikan segala sesuatunya…dari seserahan (yang sebagian aku cari sendiri bareng temen kantor/kost dan yang sebagian dicari “my bojo”), seragam kebaya yang Alhamdulillah waktu itu nyarinya pas banget ibuku ke Bandung dalam rangka tengok om aku yang sakit jadi sekalian dah beli, lalu gedung (Alhamdulillah bagian pembayaran bapakku yang menghandle karena memang menggunakan keringanan “dosen” hihihihihihi), catering, rias, dekorasi, foto+video, dan persiapan pernikahan lainnya Alhamdulillah sebagian besar aku sendiri plus ditemani ibuku dan sebagian ditemani “my bojo”…Capek kalo dipikir-pikir karena waktu itu hampir 2 minggu sekali aku harus bolak-balik Bandung-Purwokerto-Bandung…..Alhamdulillah ya serba Alhamdulillah karena acara lancar dan Insya Allah barokah….^_^
Ketika kemudian cerita berlanjut setelah menjadi suami istri yang ternyata tidak menyurutkan sebuah nilai perjuangan dan pengorbanan hahahahaha….ya ketika kami harus memiliki dua dapur satu di Bandung dan satu di Purwokerto karena memang kami bekerja di dua kota yang berbeda…yang ketika terbersit sebuah pikiran “memudahkan segalanya” yakni saat aku bisa pindah Purwokerto maka tidak susah bagi kami karena kami bisa ngontrak di rumah orang tuaku (kebetulan ortuku punya kontrakan rumah) jadi g bingung bayarnya dan masalah-masalah lain bisa cepat terpecahkan karena domisili kami dekat dengan orang tua…tapi Alhamdulillah ternyata semua itu tidak mudah dan Alhamdulillah lebih mudah ketika “my bojo” dapat pekerjaan di Bandung ini…..^_^
Kisah ini berlanjut ketika “my bojo” pindah Bandung, kami belum ada rumah dan dengan kasih sayang “pemilik kost”ku yang dulu (makasih banget teh…^_^) akhirnya bolehlah untuk sementara aku dan “my bojo” tinggal di kamar kostku dan tidak dengan dipungut biaya lebih Alhamdulillah…tapi rasanya kami ga enak kalo harus terus-terusan tinggal disana sementara itu sebenarnya adalah “KOST PUTRI” hihihihihi…akhirnya mulailah kami bertekad buat ngontrak rumah…Alhamdulillah dengan sisa-sisa tabungan kami yang ada (dari hasil pernikahan hihihihihi) kami dapet rumah kontrakan yang Alhamdulillah menjadikan tabungan kami berada pada posisi “kritis” dan akan sangat lama menyelamatkannya hahahahahahahaha….tapi bersyukur banget akhirnya mendiami sebuah “rumah” meski bukan rumah sendiri….mulailah otak kami berpikir “moso harus tidur di tiker??” akhirnya sudahlah sekalian saja kami beli perabotan yang terjangkau “kantong” kami “seadanya, simple, dan murah tapi tetap ada nilainya” kwkwkwkwkw (jadi inget proses tawar-tawaran yang menyesuaikan budget hihihihi)…so disinilah kemudian kami tinggal berdua….
Harapan muncul “cukup setahun” kita ngontrak disini dan tahun berikutnya kita sudah membeli “sebuah rumah” tapi ternyata Allah memberi kita “lebih” dari sekedar “rumah” yaitu “calon baby” yups..aku “divonis” (agak sedikit hiperbolis boleh dounk??) hamil..Alhamdulillah…dan akhirnya menunda rencana kita buat membeli “rumah” karena juga ternyata kondisi “perekonomian” kita (tabungan+penghasilan) belum memungkinkan kita untuk DP rumah dan menyicilnya tiap bulan apalagi ditambah dengan hadirnya “bayi” diperutku….so berjuanglah kembali kami mencari uang untuk membayar kontrakan bulan depan…dan Alhamdulillah target tercapai meskipun sempat “ngos-ngosan” karena ada baby juga yang perlu dana banyak dan ada juga tanggungan kami yang lain yang juga ga bisa kami tunda pelaksanaannya hihihihihihihihi…
Lahirlah Izzan di bulan Agustus 2011…saat itu kondisi “perekonomian” kami baru akan stabil karena Alhamdulillah ada sedikit “rejeki” dari kantor kami berdua…ada harapan buat tabungan kami untuk hidup kembali kwkwkw…tapi kami punya sebuah keinginan yang nampaknya sangat sulit kami bendung yaitu si “gerobak” so dengan tabungan itu pula kami mencoba menghadirkan “gerobak” yang Alhamdulillah separuhnya dapat langsung kami hadirkan “si merah” dan separuhnya lagi menggunakan “pelunasan bertahap” alias “nyicil” kwkwkwkw…tapi apapun itu Alhamdulillah kami tidak lagi kehujanan dan kepanasan khususnya mas Izzan…..^_^
Keinginan berlanjut lagi ternyata..ya sebenarnya ini sey keinginan lama hehehe…menghadirkan sebuah “rumah” yang bisa kami miliki sendiri…tapi rasanya kami kurang realistis disaat masih banyak “tanggungan” kami disana sini, tabungan kami yang ternyata baru cukup untuk membayar “perpanjangan kontrak rumah” (dan bukanlah DP rumah hihihihihi) kami harus memaksakan “keegoisan” kami memiliki sebuah “rumah” jadilah kami tunda perencanaan kami di tahun depan..Insya Allah Aamiin…doakan kami ya karena kami sedang berusaha berhemat sebisa mungkin untuk kelangsungan hidup tabungan kami…^_^
Dan cerita kali ini aku akhiri sementara dengan berita “isu” bahagia yang aku ceritakan di atas…ada “kesempatan besar” buat “my bojo”..ada peluang buat “my bojo”…meskipun belum terealisasi tapi “sebuah berita” sudah merupakan kebahagiaan buat kami paling tidak “my bojo” diperhitungkan keberadaannya dan tetap masih berharap dan berdoa semoga “kesempatan besar”benar-benar hadir di keluarga kami dan Insya Allah rejeki buat mas Izzan….aamiin…aamiin…Insya Allah..^_^
Apapun itu baik sudah atau belum “kesempatan besar” itu hadir bagi kami pencapaian kami sampai saat ini sudah sangat Alhamduliilah sekali…Arti sebuah perjuangan dan pengorbanan kami..Alhamdulillah…semoga selalu dapat menjadi sebuah nikmat, kebahagian, dan kami juga selalu menghargai sekecil apapun yang hadir dalam keluarga kami…Insya Allah…jadikan kami selalu berucap Alhamdulillah ya Allah meskipun sedikit bahkan tidak terlihat oleh apapun setiap pencapaian, perubahan, dan kenikmatan kami…Insya Allah….aamiin…^_^
merepotkan orang tua kami dalam hal “biaya” pernikahan sehingga yang kami punya ya itu yang kami pake…Alhamdulillah akhirnya “terkuraslah” tabungan kami berdua hahahahahaha…tapi nikmat Alhamdulillah….dan sedikit “konsep” rumah tangga yang kami bangun dari awal yaitu “mari berjuang bersama dari bawah tanpa merepotkan siapa-siapa dengan hanya “sedikit” saja bantuan dari siapapun yang sukarela membantu (ya tetap kami terimalah hihihihi rejeki ituuuu…)” yups…kami berjuang berdua dari usaha kami dan doa kami kepada Allah tentunya karena “perjuangan” itulah yang bisa kami ceritakan kepada anak-anak kami nanti..Insya Allah…^_^